<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kepada Siapa Belajar Tauhid?</title>
	<atom:link href="http://juwarto.wordpress.com/2009/01/07/kepada-siapa-belajar-tauhid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://juwarto.wordpress.com/2009/01/07/kepada-siapa-belajar-tauhid/</link>
	<description>ilmu itu ibarat air, kalau dibiarkan lama tergenang dan tidak dialirkan, maka ia akan menjadi sumber penyakit</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2009 12:52:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: myrazano</title>
		<link>http://juwarto.wordpress.com/2009/01/07/kepada-siapa-belajar-tauhid/#comment-38</link>
		<dc:creator>myrazano</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 04:19:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://juwarto.wordpress.com/?p=42#comment-38</guid>
		<description>Juwarto : Terimkasih telah berkunjung ke blog saya dan memberikan komentar serta sedikit pandangannya tentang postingan saya. Berikut ini sedikit jawaban dari saya. Dan Insya Allah untuk lebih lengkapnya akan saya sampaikan dalam postingan yang lebih lengkap 

Istilah-istilah seperti Nur Muhammad, Ujud Adam bukanlah istilah yang baru dalam pemahaman dan pembelajaran ilmu tauhid. Bahkan Iman Ghazali, Ibnu Hajar dan beberapa ulama yang lain telah memakainya istilah atau penamaan tersebut.

Cuma saja kajian tentang Tauhid Aswa Wa Sifat secara spesifik seperti blog ini cendrung hanya dipejari secara exclusive sehingga istilah yang diapakai terasa janggal dan aneh.

Saya sependapat dengan Juwarto tentang tariqat adalah jalan untuk memahami islam ( tauhid ). walau saya pernah sedikit belajar tentang ilmu ini tapi saya berkeyakinan bahwa seluruh ilmu pengetahuan adalah taiqat untuk mengenal Allah swt. Sehingga bukan satu-satunya jalan sebagaimana yang difahami oleh orang-orang yang secara khusus hanya belajar tariqat

Islam itu bisa dipelajari dari seluruh sisi, karena islam itu ditujukan kepada seluruh umat manusia dengan tingkat pengetahuan dan wawasan serta zaman yang terus berbeda.

Saya setuju dengan anjuran untuk belajar kepada ulama tafsir, ahli hadist, ahli fiqih, sastra dll sehingga pemahaman tentang islam itu menjadi benar-benar sebuah pemahaman yang bersumber dari pemahaman para ulama dan ahli-ahli dibidangnya. Dalam Ilmu tariqat istilah itu disebut dengan mursyid dan dalam kajiannya akan berhubungan dengan zikir bersilsilah dan seterusnya

Namun perlu difahami bahwa pada akhirnya imam abu hasan al azhary tidak sefaham dengan gurunya serta imam empat mazahab tersebut juga ada berselisih pendapat dengan gurunya. Kenapa ???

Karena setiap pemahaman yang dipelajari adalah sebuah pemahaman yang berlaku benar pada saat itu, dan pemahaman itu adalah kebenaran pemikiran manusia yang berusaha disesuikan dengan maksud Allah. kebenaran yang sesungguhnya hanya dari Allah swt.

Atau kebenaran yang menurut ulama yang memahaminya adalah kebenaran yang dimaksud Allah padahal Allah sendiri belum tentu bermaksud demikian atau memang itu adalah maksud dari kebenaran tuhan pada waktu itu dan belum tentu seperti itu pada zaman sekarang atau yang akan datang.

Itu sekilas tentang pendapat saya yang sebetulnya juga berasal dari pendapat banyak ulama yang saya baca dan pelajari

Bila mas Juwarto mempunyai bantahan atau pendapat lain yang lebih baik dengan senang hati akan saya tempatkan pada postingan blog saya apabila dikirimkan kapada alamat : muzfikri@yahoo.com tanpa diedit. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita semua dan keberkahan bagi umat dan sedekah ilmu yang bermanfaat bagi mas Juwarto. terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Juwarto : Terimkasih telah berkunjung ke blog saya dan memberikan komentar serta sedikit pandangannya tentang postingan saya. Berikut ini sedikit jawaban dari saya. Dan Insya Allah untuk lebih lengkapnya akan saya sampaikan dalam postingan yang lebih lengkap </p>
<p>Istilah-istilah seperti Nur Muhammad, Ujud Adam bukanlah istilah yang baru dalam pemahaman dan pembelajaran ilmu tauhid. Bahkan Iman Ghazali, Ibnu Hajar dan beberapa ulama yang lain telah memakainya istilah atau penamaan tersebut.</p>
<p>Cuma saja kajian tentang Tauhid Aswa Wa Sifat secara spesifik seperti blog ini cendrung hanya dipejari secara exclusive sehingga istilah yang diapakai terasa janggal dan aneh.</p>
<p>Saya sependapat dengan Juwarto tentang tariqat adalah jalan untuk memahami islam ( tauhid ). walau saya pernah sedikit belajar tentang ilmu ini tapi saya berkeyakinan bahwa seluruh ilmu pengetahuan adalah taiqat untuk mengenal Allah swt. Sehingga bukan satu-satunya jalan sebagaimana yang difahami oleh orang-orang yang secara khusus hanya belajar tariqat</p>
<p>Islam itu bisa dipelajari dari seluruh sisi, karena islam itu ditujukan kepada seluruh umat manusia dengan tingkat pengetahuan dan wawasan serta zaman yang terus berbeda.</p>
<p>Saya setuju dengan anjuran untuk belajar kepada ulama tafsir, ahli hadist, ahli fiqih, sastra dll sehingga pemahaman tentang islam itu menjadi benar-benar sebuah pemahaman yang bersumber dari pemahaman para ulama dan ahli-ahli dibidangnya. Dalam Ilmu tariqat istilah itu disebut dengan mursyid dan dalam kajiannya akan berhubungan dengan zikir bersilsilah dan seterusnya</p>
<p>Namun perlu difahami bahwa pada akhirnya imam abu hasan al azhary tidak sefaham dengan gurunya serta imam empat mazahab tersebut juga ada berselisih pendapat dengan gurunya. Kenapa ???</p>
<p>Karena setiap pemahaman yang dipelajari adalah sebuah pemahaman yang berlaku benar pada saat itu, dan pemahaman itu adalah kebenaran pemikiran manusia yang berusaha disesuikan dengan maksud Allah. kebenaran yang sesungguhnya hanya dari Allah swt.</p>
<p>Atau kebenaran yang menurut ulama yang memahaminya adalah kebenaran yang dimaksud Allah padahal Allah sendiri belum tentu bermaksud demikian atau memang itu adalah maksud dari kebenaran tuhan pada waktu itu dan belum tentu seperti itu pada zaman sekarang atau yang akan datang.</p>
<p>Itu sekilas tentang pendapat saya yang sebetulnya juga berasal dari pendapat banyak ulama yang saya baca dan pelajari</p>
<p>Bila mas Juwarto mempunyai bantahan atau pendapat lain yang lebih baik dengan senang hati akan saya tempatkan pada postingan blog saya apabila dikirimkan kapada alamat : <a href="mailto:muzfikri@yahoo.com">muzfikri@yahoo.com</a> tanpa diedit. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita semua dan keberkahan bagi umat dan sedekah ilmu yang bermanfaat bagi mas Juwarto. terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
