Menengok Keserakahan Indonesia dari Bumi India

5 11 2009

Dalam sebuah ceramah akbar di Dubai-UAE beberapa tahun lalu, saya sempat bertanya kepada Dr. Zakir Naik, ulama besar asal India, ahli perbandingan agama yang tersohor namanya. Subyek pertanyaan saya adalah mengapa Islam boleh dikata tidak berhasil di India padahal India pernah di bawah sebuah kerajaan besar Islam, misalnya kekaisaran Mughal yang terkenal dengan Taj Mahal, atau Kerajaan Mysore yang terkenal pula dengan Isnata Maysore yang terindah didunia, bahkan melebihi Istana Birmingham. Dr. Zakir Naik menjawab, bahwa petinggi-petinggi kerajaan Islam di India waktu itu lebih memfokuskan kepada bangunan-bangunan fisik ketimbang dakwah Islam. Itulah salah satu faktor utama mengapa Islam malah menjadi minoritas di sana .

Ingin mengetahui lebih dekat jejak-jejak kebesaran Islam di India inilah yang menjadi salah satu motivasi saya untuk ingin melihat dari dekat apa dan bagaimana sebenarnya India . Disamping tentu saja banyak hal yang melatar-belakangi kunjungan saya, misalnya silaturahim dengan rekan-rekan kerja saya yang sudah mengundurkan diri, melihat institusi pendidikan serta mencari buku-buku India sesuai dengan profesi saya.
Banyak hikmah yang bisa dipetik dari rangkaian perjalanan saya selama dua minggu di India , di empat negara bagian: Karnataka, Kerala, Delhi dan Uthar Pradesh. Jika dijabarkan satu persatu, terlalu panjang untuk diungkap di sini. Yang saya ingin soroti, dan semoga membawa hikmah bagi kita adalah, bahwa meskipun India kelihatannya miskin (padahal pertumbuhan ekonominya di atas Indonesia ), nyatanya tidak semiskin yang kita sangka. Malah bumi kita yang dari kacamata saya, yang mestinya amat kaya raya ini, dihuni oleh orang-orang serta kepemimpinan bangsa yang serakah. Baca entri selengkapnya »





Manfaat Kopi

30 10 2009

Washington, Setelah terbukti meningkatkan kemampuan otak, membunuh bakteri di mulut dan mencegah infeksi saluran kemih, peneliti menemukan satu lagi manfaat kopi. Kopi terbukti bisa memperlambat penyebaran penyakit liver atau hepatitis C.

Sebanyak 766 pasien penyakit liver (hepatitis C) dilibatkan dalam studi tersebut. Mereka diminta peneliti untuk mengonsumsi kopi, teh hijau dan teh hitam. Selama 4 tahun studi, pasien pun dimonitor keadaannya setiap 3 bulan sekali. Biopsi liver diambil pada bulan ke-18 dan tahun ke 3,5 untuk mengetahui progres dari penyakit liver.

Setelah studi selesai, peneliti menarik kesimpulan bahwa pasien yang minum tiga gelas kopi tiap harinya bisa memperlambat penyebaran penyakit liver hingga 53 persen. Sementara itu, teh hijau dan teh hitam justru tidak memiliki efek apa-apa. Hasil penemuan ini rencananya akan dipublikasikan dalam Journal Hepatology bulan November mendatang.

“Memberikan kopi pada penderita hepatitis C dalam jumlah banyak ternyata bisa memperpanjang umur seseorang yang sudah memiliki penyakit hepatitis C kronis. Namun faktor lain seperti obat-obatan juga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan,” jelas Neal Freedman dari U.S. National Cancer Institute seperti dikutip dari Healthday, Senin (26/10/2009).

Saat ini, virus hepatitis C atau Hepatitis-C Virus (HCV) menginfeksi sekitar 3 juta warga Amerika. Virus ganas ini berkembang tanpa ada ciri-ciri yang terdeteksi, sehingga sering disebut sebagai silent killer. Berdasarkan US Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 8.000 hingga 10.000 orang pun meninggal dunia tiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri diperkirakan ada 7 juta orang yang mengidap virus ini, namun hingga kini belum ada vaksin yang bisa mencegah penularannya karena sifat virusnya yang sangat mudah bermutasi.

Sumber : Nurul Ulfah – detikHealth





VirtualBox Linux – Add VBoxGuestAdditions

1 04 2009

If you don’t have the vboxguestadditions.iso for your virtual machine, you can download it from here :

http://download.virtualbox.org/virtualbox/2.0.4/VBoxGuestAdditions_2.0.4…

Rename the VBoxGuestAdditions_2.0.4.iso to VBoxGuestAdditions.iso and copy it to the /usr/share/virtualbox folder. Change the permissions so normal users can access the iso. Now you can install the Guest Additions in Virtual Box from the Devices/Install Guest Additions menu.

Good luck!





Lapindo Persulit Pencairan Ganti Rugi

11 03 2009

Hari Jumat 6 Maret 2009 adalah saat puncak kekesalanku pada corporate bernama PT. Minarak Lapindo Jaya.

Beberapa tahun terkatung-katung tidak jelas kapan pembayaran ganti rugi dibayarkan kepaa para korban semburan lumpur panas sidaorjo. Akhir Februari 2009 kemarin, saya dapat panggilan untuk membuat rekening baru di BRI. Padahal rekening lama (Bank Mandiri) masih bisa digunakan, KENAPA? Setelah mengurus (dengan terpaksa) ke Sidoarjo, selesai juga rekening baru di BRI. Kembali saya terheran-heran karena dipaksa pake SIMPEDES, dan anehnya data yang tertulis di buku tabungan tidak sama dengan data di KTP, yang paling jelas nomor identitas diisi dengan nomor rekening Bank Mandiri (yang selama ini digunakan untuk melakukan pembayaran ganti rugi – walaupun gak kelar-kelar). Kata petugas BRI di acara pembuatan buku tabungan tersebut (di GOR Sidoarjo), ini kebijakan BRI. Dengan penuh harap saya kembali ke Jakarta (Ohya, sekarang saya tinggal di Jakarta – meninggalkan kenangan indah dan pahit Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtara Sidoarjo yang kami sekeluarga tempati selama 3 tahun).

Hari Selasa pagi tanggal 10 Maret 2009, dengan semangat dan harap saya ke kantor cabang BRI di Jalan Pemuda (dekat Toko Jilbab Robbani). Beberapa menit setelah sampai, saya mengisi aplikasi penarikan dan langsung melangkah pasti ke teller. Kata mbak petugas teller, “Maaf, bapak tidak bisa melakukan pengambilan di sini karena data identitas/KTP tidak sama dengan data yang di buku tabungan”. Setelah beradu argumen beberapa saat, si teller berinisiatif menanyakan ke atasannya. Namun kembali saya kecewa berat, kata si teller tadi, “Sesuai yang saya bilang tadi Pak, tidak bisa melakukan pengambilan di sini. Kalau mau tulis permasalahan bapak dan sampaikan ke customer service kami, nanti akan dikontak BRI Cabang Porong”. Dengan dongkol saya katakan terimakasih dan langsung saya melangkah panjang meninggalkan kantor BRI.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa juga mengambil hak saya di BRI Unit Depkeu (mungkin karena petugas teller di sini tahu saya pegawai depkeu). Mudah-mudahan untuk pembayaran cicilian berikutnya tetap bisa saya ambil di sini.

Pertanyaan besar saya, sepertinya kondisi ini sengaja diciptakan oleh pihak Lapindo bekerjasama dengan BRI. Wallahu a’lam.





Secercah Cahaya di Turki

3 09 2007

Setelah puluhan tahun rakyat Turki hidup dalam sekularisme yang dipaksakan oleh pemerintahan diktator (yang didukung militer)  akhirnya mereka bisa bernafas lega dan melihat secercah cahaya di negaranya. Hari Selasa tanggal 28 Agustus 2007 adalah hari bersejarah bagi rakyat Turki. Setelah melalui perjuangan berat melawan tipu daya dan muslihat licik golongan sekuler, golongan agamis berhasil mengusung presiden baru Turki yang lebih baik (mudah-mudahan).

Tapi perjalanan masih panjang. Makar para pendengki dan pemuja hawa nafsu akan senantiasa mengiringi perjalanan Presiden Abdullah Gul. Semoga ia bisa mengembalikan izzah khilafah islamiyah yang dulu direnggut oleh Kemal Attaturk.

Berita selengkapnya silahkan lihat di sini.





Khasiat Minyak Zaitun

31 08 2007

Jika diminum bermanfaat untuk :
- menurunkan kadar kolesterol
- menguatkan kandung empedu
- menurunkan kadar gula
- menurunkan asam lambung

Jika dioleskan bermanfaat untuk :
- menghilangkan flek dan kerut di wajah
- melindungi dari bakteri
- mencegah rontoknya rambut
- menghilangkan penyakit kulit

Mari kita biasakan menggunakan minyak zaitun untuk meningkatkan kualitas hidup kita.
Kalau ingin meminumnya, baca aturan minumnya di bawah ini.

Untuk Pengobatan :
- Dewasa = 3 x 3 sendok makan setiap hari (setelah makan)
- Anak = 3 x 3 sendok teh setiap hari (setelah makan)

Untuk Menjaga Kesehatan :
- Dewasa = 3 x 1 sendok makan setiap hari (setelah makan)
- Anak = 3 x 1 sendok teh setiap hari (setelah makan)

“Bersabar dan bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya setiap penyakit ada obatnya dengan izin Allah SWT”





Menteri PU Membantah Istimewakan Warga PerumTAS

26 04 2007

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto membantah ada keistimewaan perlakuan terhadap warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Sidoarjo untuk pembayaran ganti rugi akibat lumpur panas Lapindo. Ini terkait pembayaran 80 persen ganti rugi. Jika sebelumnya untuk warga empat desa yang terendam lumpur Lapindo pembayaran diangsur selama dua tahun, sedangkan bagi warga Perumtas, masa angsuran hanya satu tahun.

Kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25-04-2007), Djoko mengatakan bahwa untuk warga Perumtas pun dilakukan sama, yakni maksimum pembayaran selama dua tahun. “Maksimum dua tahun, baca baik-baik. Dan di situ sebenarnya yang kita sepakati adalah agar masalah ini bisa diselesaikan secara bersama-sama,” jelas Djoko. (DEN) Metrotvnews.com, Jakarta.





Sikap Warga PerumTAS Terbelah

26 04 2007

Sikap warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang datang berunjuk rasa di Jakarta, terbelah. Perbedaan sikap ini setelah pemerintah mengeluarkan keputusan baru tentang mekanisme ganti rugi. Sebagian warga tetap menuntut pembayaran ganti rugi secara tunai 100 persen. Sebagian lagi mengikuti keputusan baru yang muncul setelah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Demikian mengemuka dalam pertemuan para warga korban lumpur Sidoarjo ini di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (25-04-2007).

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi yang menemui warga Perumtas, tadi pagi, berupaya menjelaskan secara detail prosedur pembayaran yang akan diterima warga korban lumpur ini. Termasuk di antaranya, kelanjutan cicilan mereka di BTN yang tidak perlu dilunasi. Kodradi juga menjamin sertifikat rumah warga akan disimpan di BTN dan tidak akan diserahkan ke pihak Lapindo, hingga sisa pembayaran dilunasi. Baca entri selengkapnya »





Perwakilan Warga PerumTAS Bertemu Presiden

25 04 2007

Keputusan ratusan warga korban lumpur panas dari Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) I, Sidoarjo, untuk bertahan di Jakarta tidak sia-sia. Setelah lebih sepekan berada di Jakarta, lima perwakilan warga Perumtas, Selasa (24-04-2007) pukul 20.00 WIB diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara di Jakarta. Warga didampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Pertemuan berlangsung kurang lebih satu jam.

Warga Perumtas mengaku bersyukur. Setelah bertahan hampir sepuluh hari di Jakarta akhirnya pemerintah mendengarkan aspirasi mereka. Pertemuan dengan Presiden Yudhoyono dilakukan setelah sebelumnya perwakilan warga bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Yudhoyono mengatakan, semua masalah bisa diselesaikan jika warga menemui pejabat yang terkait, sehingga semua masalah bisa dicarikan jalan keluarnya. Kepada perwakilan warga, Presiden Yudhoyono menyampaikan salam untuk korban lumpur panas yang ada di Jawa Timur.

Perwakilan warga Perumtas menegaskan, mereka bisa menerima solusi yang ditawarkan pemerintah. Yakni pembayaran ganti rugi 20 persen dimuka dan sisanya yang 80 persen pembayarannya dipercepat, dari semula dua tahun menjadi satu tahun. Semula, warga bertahan meminta pembayaran ganti rugi dilakukan secara cash and carry.

Sumitro, juru bicara warga, menyatakan, bersyukur atas keputusan ini. Meski warga tidak mendapatkan tuntutannya semula, mereka bisa menerima solusi baru tersebut. Kepada Presiden, Sumitro berharap agar solusi ini bisa segera direalisasikan di lapangan tanpa ada hambatan dari birokrasi. Kepada Presiden, Sumitro mewakili warga Perumtas mengatakan cukup puas atas solusi ini. Karena itu, mereka akan kembali ke Sidoarjo, Rabu (25-04-2007) besok. (DOR) Metrotvnews.com





Buang kata kebetulan dari kamus Anda!

24 04 2007

Kata seorang teman : “Kebetulan kita ketemu di sini”. Kata seorang salesman : “Ini harga paling murah ibu-ibu. Kebetulan saya datang kesini, kesempatan emas buat ibu-ibu mendapat diskon besar-besaran.” Dan kebetulan-kebetulan lainnya yang sering kita dengar sehari-hari dari orang-orang di sekitar kita, bahkan kita juga sering mengucapkan kata itu (dengan sadar maupun secara reflek).

Padahal Allah SWT menciptakan dunia dan seluruh isinya ini dengan sangat sungguh-sungguh. DIA juga menciptakan setiap kejadian yang terjadi di dunia ini dengan sengaja. Setiap kejadian di alam dunia ini terjadi atas izin-NYA dengan menepati sunnah-NYA. Dan Allah SWT tidak pernah main-main. Sehingga tidak tepat kalau kita mengatakan kebetulan terhadap kehendak-NYA, baik itu berupa ciptaan-NYA maupun kejadian yang berada di sekitar kita.

So, buang saja kalimat kebetulan itu dari kamus hidup anda!