Musik Matahari

26 04 2007

Musik MatahariIbarat orkestra, atmosfer Matahari menghasilkan alunan musik berirama. Tapi, jangan harap bisa mendengar simfoni Matahari ini karena frekuensi suara yang dihasilkannya di luar batas ambang pendengaran telinga manusia. Jika telinga manusia dapat mendengar suara dengan frekuensi antara 20 hingga 20 ribu hertz, musik Matahari mengeluarkan frekuensi pada orde milihertz atau seperseribuan hertz.

Temuan ini diungkapkan dalam Pertemuan Astronomi Nasional Masyarakat stronomi Kerajaan Inggris di Lancashire beberapa hari yang lalu. Alunan musik yang berhasil direkam para astronom serupa irama nada yang dihasilkan gitar atau piano. Gelombang suara dihasilkan dari pancaran gelombang yang dihasilkan dari medan magnetik yang menyelubungi korona, bagian terluar atmosfer Matahari. Baca entri selengkapnya »





Menteri PU Membantah Istimewakan Warga PerumTAS

26 04 2007

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto membantah ada keistimewaan perlakuan terhadap warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera Sidoarjo untuk pembayaran ganti rugi akibat lumpur panas Lapindo. Ini terkait pembayaran 80 persen ganti rugi. Jika sebelumnya untuk warga empat desa yang terendam lumpur Lapindo pembayaran diangsur selama dua tahun, sedangkan bagi warga Perumtas, masa angsuran hanya satu tahun.

Kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25-04-2007), Djoko mengatakan bahwa untuk warga Perumtas pun dilakukan sama, yakni maksimum pembayaran selama dua tahun. “Maksimum dua tahun, baca baik-baik. Dan di situ sebenarnya yang kita sepakati adalah agar masalah ini bisa diselesaikan secara bersama-sama,” jelas Djoko. (DEN) Metrotvnews.com, Jakarta.





Sikap Warga PerumTAS Terbelah

26 04 2007

Sikap warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) 1, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang datang berunjuk rasa di Jakarta, terbelah. Perbedaan sikap ini setelah pemerintah mengeluarkan keputusan baru tentang mekanisme ganti rugi. Sebagian warga tetap menuntut pembayaran ganti rugi secara tunai 100 persen. Sebagian lagi mengikuti keputusan baru yang muncul setelah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Demikian mengemuka dalam pertemuan para warga korban lumpur Sidoarjo ini di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (25-04-2007).

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi yang menemui warga Perumtas, tadi pagi, berupaya menjelaskan secara detail prosedur pembayaran yang akan diterima warga korban lumpur ini. Termasuk di antaranya, kelanjutan cicilan mereka di BTN yang tidak perlu dilunasi. Kodradi juga menjamin sertifikat rumah warga akan disimpan di BTN dan tidak akan diserahkan ke pihak Lapindo, hingga sisa pembayaran dilunasi. Baca entri selengkapnya »





Perwakilan Warga PerumTAS Bertemu Presiden

25 04 2007

Keputusan ratusan warga korban lumpur panas dari Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) I, Sidoarjo, untuk bertahan di Jakarta tidak sia-sia. Setelah lebih sepekan berada di Jakarta, lima perwakilan warga Perumtas, Selasa (24-04-2007) pukul 20.00 WIB diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara di Jakarta. Warga didampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Pertemuan berlangsung kurang lebih satu jam.

Warga Perumtas mengaku bersyukur. Setelah bertahan hampir sepuluh hari di Jakarta akhirnya pemerintah mendengarkan aspirasi mereka. Pertemuan dengan Presiden Yudhoyono dilakukan setelah sebelumnya perwakilan warga bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Yudhoyono mengatakan, semua masalah bisa diselesaikan jika warga menemui pejabat yang terkait, sehingga semua masalah bisa dicarikan jalan keluarnya. Kepada perwakilan warga, Presiden Yudhoyono menyampaikan salam untuk korban lumpur panas yang ada di Jawa Timur.

Perwakilan warga Perumtas menegaskan, mereka bisa menerima solusi yang ditawarkan pemerintah. Yakni pembayaran ganti rugi 20 persen dimuka dan sisanya yang 80 persen pembayarannya dipercepat, dari semula dua tahun menjadi satu tahun. Semula, warga bertahan meminta pembayaran ganti rugi dilakukan secara cash and carry.

Sumitro, juru bicara warga, menyatakan, bersyukur atas keputusan ini. Meski warga tidak mendapatkan tuntutannya semula, mereka bisa menerima solusi baru tersebut. Kepada Presiden, Sumitro berharap agar solusi ini bisa segera direalisasikan di lapangan tanpa ada hambatan dari birokrasi. Kepada Presiden, Sumitro mewakili warga Perumtas mengatakan cukup puas atas solusi ini. Karena itu, mereka akan kembali ke Sidoarjo, Rabu (25-04-2007) besok. (DOR) Metrotvnews.com





Box.net Filesharing Widget

24 04 2007

We’ve added Box.net’s slick filesharing widget for your WordPress.com sidebar customization pleasure.

Filed under: Box.net, Widgets, File sharing.





Buang kata kebetulan dari kamus Anda!

24 04 2007

Kata seorang teman : “Kebetulan kita ketemu di sini”. Kata seorang salesman : “Ini harga paling murah ibu-ibu. Kebetulan saya datang kesini, kesempatan emas buat ibu-ibu mendapat diskon besar-besaran.” Dan kebetulan-kebetulan lainnya yang sering kita dengar sehari-hari dari orang-orang di sekitar kita, bahkan kita juga sering mengucapkan kata itu (dengan sadar maupun secara reflek).

Padahal Allah SWT menciptakan dunia dan seluruh isinya ini dengan sangat sungguh-sungguh. DIA juga menciptakan setiap kejadian yang terjadi di dunia ini dengan sengaja. Setiap kejadian di alam dunia ini terjadi atas izin-NYA dengan menepati sunnah-NYA. Dan Allah SWT tidak pernah main-main. Sehingga tidak tepat kalau kita mengatakan kebetulan terhadap kehendak-NYA, baik itu berupa ciptaan-NYA maupun kejadian yang berada di sekitar kita.

So, buang saja kalimat kebetulan itu dari kamus hidup anda!





Kenangan di Perum TAS I

16 04 2007

Rumah Kenangan

Blog pertama yang kubuka pagi ini adalah Lumpur Panas Lapindo. “Ratusan warga korban lumpur dari Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perum TAS) I nekat bertahan di Jakarta. Mereka tetap melakukan aksi untuk menuntut ganti rugi cash and carry 100 persen. Padahal, sejumlah pihak bermaksud meminta mereka pulang“. Baca entri selengkapnya »





Al-Ma’tsurat Dha’if..?

22 03 2007

Opo iyo? Beberapa waktu yang lalu pertanyaan seperti itu bergelayut lama di benak saya. Yang terpikir oleh saya bukan masalah dha’if atau shahihnya, tapi kenapa kita (untuk yang beragama Islam) belum bisa ber-Islam dengan dewasa. Gampang sekali kita memvonis amalan-amalan orang/jamaah/kelompok lain yang belum tentu salah. Setelah mencari tahu di beberapa tempat, akhirnya ketemu sedikit penjelasan tentang masalah tersebut. Mudah-mudahan bisa mengobati rasa penasaran saya selama ini dan mungkin juga penasaran anda yang membaca tulisan ini. Berikut saya pastekan tulisan dari situs al-ikhwan.net tentang topik di atas.

Ikhwah wa akhwat fiddin,

Beberapa hari yang lalu, ada beberapa ikhwah yang mengirim email maupun SMS ke ana, meminta menjelaskan tentang “Dzikir Al-Ma’tsurat” yang ditulis oleh Imam Al-Banna -rahimahuLLAAH- yang katanya banyak disebut sebagai kumpulan dzikir yang dha’if & maudhu’, oleh sebagian saudara kita fiddiin… Baca entri selengkapnya »





Kunci Sukses Perusahaan

5 02 2007

Keseimbangan Empat Perspektif Perusahaan

Perusahaan manapun telah menetapkan target-target perusahaan yang menantang, hal ini disebabkan perusahaan ingin mendapatkan kesuksesan, keuntungan dan market share yang lebih luas.

Masa depan perusahaan (PROSPECT) berupa keuntungan finansial dan non finasial, kemakmuran dan terus berkembang adalah wilayah imajinasi, impian dan keyakinan. Untuk dapat mewujudkan impian tersebut masih dibutuhkan sejumlah persiapan, program dan kompetisi dengan pesaing agar dapat memenangkan bisnis serupa di area yang sama dan pelanggan yang sama. Baca entri selengkapnya »





Membangun Sumber Daya Manusia

5 02 2007

Saat ini dunia telah mengalami sebuah transisi paradigma dan transisi realitas dengan dihadapkan pada :

  • transisi demografi,
  • transisi gaya hidup,
  • transisi budaya global,
  • transisi teknologi,
  • transisi epidemologi dan
  • perubahan paradigma global lainnya.

Akibatnya dunia pekerjaan di hadapan kita saat ini penuh dengan kompetisi, tantangan, perubahan yang tidak menentu, dan kondisi yang komplek. Baca entri selengkapnya »