Skip to content

Kepada Siapa Belajar Tauhid?

January 7, 2009

Hari ini saya tergelitik untuk mengunjungi blognya myrazano (karena undangan beliau via buku tamu).

Kebiasaan saya ketika mengunjungi blog orang lain, yang pertama dilakukan adalah mengetahui jati diri si empunya blog. Saya kontan kaget dengan isi halaman profile beliau. Berikut bagian penting dari halaman profile myrazano :

Motto

“ Mengenal Allah swt Dengan Logika “

Visi

“ Pengenalan dasar-dasar pemahaman ilmu tauhid sebagai basis keilmuan dalam mencapai kesempurnaan nilai ibadah yang diridhai Allah swt “

Misi

1. Menambah khasanah dan variasi blog berbasis sy’ar dan dakwah islam yang sudah ada

2. Mengangkat dan mencairkan metoda pembelajaran ilmu tauhid dengan basis tariqat satariyah dan didukung dengan pemahaman tariqat naqsabandiyah yang kebanyakan dipelajari secara exclusive dan terbatas pada kelompok tertentu saja

3. Memancing minat dan kesadaran para pembelajar untuk mempelajari ilmu tariqat secara benar dengan bimbingan seorang quru / mursyid yang benar-benar benar

4. Memberikan pemahaman kelurusan aqidah yang semakin mendapat tekanan dan ujian dari pemahaman yang menyimpang dan disimpangkan dari aqidah ahlul sunnah wal jamaah

5. Sebagai basis bisnis on line dengan menempatkan beberapa iklan adsense dan link refferal pada sidebar dan pada setiap materi kajian dengan harapan setiap pengunjung melakukan pendaftaran dan klik iklan pada setiap kunjungannya

Dengan rasa penasaran yang sangat, saya iseng baca-baca beberapa posting. Pada posting Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 3 ) sempat saya tinggalkan tanggapan sebagai berikut :

“Banyak istilah-istilah dari penulis (myrazano) yblogang tidak dikenal dalam kitab-kitab ulama salaf (sahabat, tabiin, tabiut tabiin, dst). Kayaknya istilah seperti “nur muhammad”, “ujud adam”, dll ini istilah khas tariqat. Memang tariqat adalah jalan (untuk memahami Islam).
Namun untuk memahami Islam secara kaaffah (komprehensif) seharusnya belajar kepada para ulama ahli tafsir dan ahli hadits. Memahami tauhid berdasarkan logika akan membawa kita kepada kesesatan (salah-salah malah jatuh ke dalam syirik, naudzubillahi min dzalika).
Mudah-mudahan Allah SWT menuntun kita bisa memahami dan mengamalkan Islam dengan benar sebagaimana dulu para sahabat Rasulullah Muhammad SAW memahami dan mengamalkan Islam.”

Kalau kita mengaku sebagai ahlus sunnah wal jamaah, maka seharusnya kita berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits/Sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang shahih dengan cara belajar kepada ulama/ustadz yang benar-benar faham.

From → Renungan

5 Comments
  1. Juwarto : Terimkasih telah berkunjung ke blog saya dan memberikan komentar serta sedikit pandangannya tentang postingan saya. Berikut ini sedikit jawaban dari saya. Dan Insya Allah untuk lebih lengkapnya akan saya sampaikan dalam postingan yang lebih lengkap

    Istilah-istilah seperti Nur Muhammad, Ujud Adam bukanlah istilah yang baru dalam pemahaman dan pembelajaran ilmu tauhid. Bahkan Iman Ghazali, Ibnu Hajar dan beberapa ulama yang lain telah memakainya istilah atau penamaan tersebut.

    Cuma saja kajian tentang Tauhid Aswa Wa Sifat secara spesifik seperti blog ini cendrung hanya dipejari secara exclusive sehingga istilah yang diapakai terasa janggal dan aneh.

    Saya sependapat dengan Juwarto tentang tariqat adalah jalan untuk memahami islam ( tauhid ). walau saya pernah sedikit belajar tentang ilmu ini tapi saya berkeyakinan bahwa seluruh ilmu pengetahuan adalah taiqat untuk mengenal Allah swt. Sehingga bukan satu-satunya jalan sebagaimana yang difahami oleh orang-orang yang secara khusus hanya belajar tariqat

    Islam itu bisa dipelajari dari seluruh sisi, karena islam itu ditujukan kepada seluruh umat manusia dengan tingkat pengetahuan dan wawasan serta zaman yang terus berbeda.

    Saya setuju dengan anjuran untuk belajar kepada ulama tafsir, ahli hadist, ahli fiqih, sastra dll sehingga pemahaman tentang islam itu menjadi benar-benar sebuah pemahaman yang bersumber dari pemahaman para ulama dan ahli-ahli dibidangnya. Dalam Ilmu tariqat istilah itu disebut dengan mursyid dan dalam kajiannya akan berhubungan dengan zikir bersilsilah dan seterusnya

    Namun perlu difahami bahwa pada akhirnya imam abu hasan al azhary tidak sefaham dengan gurunya serta imam empat mazahab tersebut juga ada berselisih pendapat dengan gurunya. Kenapa ???

    Karena setiap pemahaman yang dipelajari adalah sebuah pemahaman yang berlaku benar pada saat itu, dan pemahaman itu adalah kebenaran pemikiran manusia yang berusaha disesuikan dengan maksud Allah. kebenaran yang sesungguhnya hanya dari Allah swt.

    Atau kebenaran yang menurut ulama yang memahaminya adalah kebenaran yang dimaksud Allah padahal Allah sendiri belum tentu bermaksud demikian atau memang itu adalah maksud dari kebenaran tuhan pada waktu itu dan belum tentu seperti itu pada zaman sekarang atau yang akan datang.

    Itu sekilas tentang pendapat saya yang sebetulnya juga berasal dari pendapat banyak ulama yang saya baca dan pelajari

    Bila mas Juwarto mempunyai bantahan atau pendapat lain yang lebih baik dengan senang hati akan saya tempatkan pada postingan blog saya apabila dikirimkan kapada alamat : muzfikri@yahoo.com tanpa diedit. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita semua dan keberkahan bagi umat dan sedekah ilmu yang bermanfaat bagi mas Juwarto. terimakasih

  2. Ahmad raihan permalink

    Mempelajari ilmu tauhid itu bukan dengan otak dan hati,tapi dengan ruh,…..Karena ada pasangannya. Islam dengan jasad.Iman dengan hati.Tauhid dengan ruh.Marifat dengan sir…Bingung kan ? Dan lagi,belajar tauhid itu ada syaratnya.

    • Allah menurunkann syariat Islam untuk dilaksanakan seluruh hambanya. Dari yang paling bodoh sampai yang paling cerdas/pintar. Jadi apakah benar jika belajar Tauhid malah jadi bingung? Setiap muslim diperintahkan belajar tauhid, agar mengenal Allah dan semakin mantap keimanannya. Tauhid bukan ilmu filsafat (yang dibikin dengan kalimat yang muter-muter agar kelihatan hebat).

      • sarno permalink

        bingung bagaimana maz.mungkin benar semua belajar bisa bingung klo tidak sama guru(orang yang lebih tau duluan)ingat !!!! tauhid ilmu rajanya ilmu.kalo maz bisa tauhid sudah tentunya masz akan jauh dari musyrik

    • sarno permalink

      bagaimana bisa belajar tauhid dengan ruh sedangkan kita sendiri tidak mengetahui ruh kita sendiri.ap lagi untuk mengoprasiinnya.yang pas, belajar tauhid itu dengat alat.yaitu alatnya AKAL dan dipageri dengan syarhi alias hukum hukum islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: