Skip to content

Lapindo Persulit Pencairan Ganti Rugi

March 11, 2009

Hari Jumat 6 Maret 2009 adalah saat puncak kekesalanku pada corporate bernama PT. Minarak Lapindo Jaya.

Beberapa tahun terkatung-katung tidak jelas kapan pembayaran ganti rugi dibayarkan kepaa para korban semburan lumpur panas sidaorjo. Akhir Februari 2009 kemarin, saya dapat panggilan untuk membuat rekening baru di BRI. Padahal rekening lama (Bank Mandiri) masih bisa digunakan, KENAPA? Setelah mengurus (dengan terpaksa) ke Sidoarjo, selesai juga rekening baru di BRI. Kembali saya terheran-heran karena dipaksa pake SIMPEDES, dan anehnya data yang tertulis di buku tabungan tidak sama dengan data di KTP, yang paling jelas nomor identitas diisi dengan nomor rekening Bank Mandiri (yang selama ini digunakan untuk melakukan pembayaran ganti rugi – walaupun gak kelar-kelar). Kata petugas BRI di acara pembuatan buku tabungan tersebut (di GOR Sidoarjo), ini kebijakan BRI. Dengan penuh harap saya kembali ke Jakarta (Ohya, sekarang saya tinggal di Jakarta – meninggalkan kenangan indah dan pahit Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtara Sidoarjo yang kami sekeluarga tempati selama 3 tahun).

Hari Selasa pagi tanggal 10 Maret 2009, dengan semangat dan harap saya ke kantor cabang BRI di Jalan Pemuda (dekat Toko Jilbab Robbani). Beberapa menit setelah sampai, saya mengisi aplikasi penarikan dan langsung melangkah pasti ke teller. Kata mbak petugas teller, “Maaf, bapak tidak bisa melakukan pengambilan di sini karena data identitas/KTP tidak sama dengan data yang di buku tabungan”. Setelah beradu argumen beberapa saat, si teller berinisiatif menanyakan ke atasannya. Namun kembali saya kecewa berat, kata si teller tadi, “Sesuai yang saya bilang tadi Pak, tidak bisa melakukan pengambilan di sini. Kalau mau tulis permasalahan bapak dan sampaikan ke customer service kami, nanti akan dikontak BRI Cabang Porong”. Dengan dongkol saya katakan terimakasih dan langsung saya melangkah panjang meninggalkan kantor BRI.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa juga mengambil hak saya di BRI Unit Depkeu (mungkin karena petugas teller di sini tahu saya pegawai depkeu). Mudah-mudahan untuk pembayaran cicilian berikutnya tetap bisa saya ambil di sini.

Pertanyaan besar saya, sepertinya kondisi ini sengaja diciptakan oleh pihak Lapindo bekerjasama dengan BRI. Wallahu a’lam.

From → Ekonomi, Opini, Renungan

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: