Hari ini saya tergelitik untuk mengunjungi blognya myrazano (karena undangan beliau via buku tamu).
Kebiasaan saya ketika mengunjungi blog orang lain, yang pertama dilakukan adalah mengetahui jati diri si empunya blog. Saya kontan kaget dengan isi halaman profile beliau. Berikut bagian penting dari halaman profile myrazano :
Motto
“ Mengenal Allah swt Dengan Logika “
Visi
“ Pengenalan dasar-dasar pemahaman ilmu tauhid sebagai basis keilmuan dalam mencapai kesempurnaan nilai ibadah yang diridhai Allah swt “
Misi
1. Menambah khasanah dan variasi blog berbasis sy’ar dan dakwah islam yang sudah ada
2. Mengangkat dan mencairkan metoda pembelajaran ilmu tauhid dengan basis tariqat satariyah dan didukung dengan pemahaman tariqat naqsabandiyah yang kebanyakan dipelajari secara exclusive dan terbatas pada kelompok tertentu saja
3. Memancing minat dan kesadaran para pembelajar untuk mempelajari ilmu tariqat secara benar dengan bimbingan seorang quru / mursyid yang benar-benar benar
4. Memberikan pemahaman kelurusan aqidah yang semakin mendapat tekanan dan ujian dari pemahaman yang menyimpang dan disimpangkan dari aqidah ahlul sunnah wal jamaah
5. Sebagai basis bisnis on line dengan menempatkan beberapa iklan adsense dan link refferal pada sidebar dan pada setiap materi kajian dengan harapan setiap pengunjung melakukan pendaftaran dan klik iklan pada setiap kunjungannya
Dengan rasa penasaran yang sangat, saya iseng baca-baca beberapa posting. Pada posting Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 3 ) sempat saya tinggalkan tanggapan sebagai berikut :
“Banyak istilah-istilah dari penulis (myrazano) yblogang tidak dikenal dalam kitab-kitab ulama salaf (sahabat, tabiin, tabiut tabiin, dst). Kayaknya istilah seperti “nur muhammad”, “ujud adam”, dll ini istilah khas tariqat. Memang tariqat adalah jalan (untuk memahami Islam).
Namun untuk memahami Islam secara kaaffah (komprehensif) seharusnya belajar kepada para ulama ahli tafsir dan ahli hadits. Memahami tauhid berdasarkan logika akan membawa kita kepada kesesatan (salah-salah malah jatuh ke dalam syirik, naudzubillahi min dzalika).
Mudah-mudahan Allah SWT menuntun kita bisa memahami dan mengamalkan Islam dengan benar sebagaimana dulu para sahabat Rasulullah Muhammad SAW memahami dan mengamalkan Islam.”
Kalau kita mengaku sebagai ahlus sunnah wal jamaah, maka seharusnya kita berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits/Sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang shahih dengan cara belajar kepada ulama/ustadz yang benar-benar faham.
Komentar